|
Minggu, 04/04/2010 17:51 WIB IHSG Go 3.000 Bulan Ini Indro Bagus, Whery Enggo Prayogi - detikFinance
(foto: dok detikFinance)
<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a3db6179' border='0' alt='' /></a>
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang terus mengalami penguatan hingga ke level 3.000 pada satu atau dua pekan mendatang. Kenaikan ini terutama didorong oleh perkembangan tren kenaikan mikro ekonomi di dalam negeri, harga minyak dunia hingga stabilnya harga pasar regional.
Demikian disampaikan oleh Kepala Riset Valbury Asia Futures, Nico Omer saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Kamis (1/3/2010).
"Indeks akan terus mengalami kenaikan. Terakhir sudah di level 2834-2838, dan akan tertinggi dalam sejarah. Apapun yang terjadi bisa akan naik. Bisa 2.900-3.000 pada satu dua pekan depan," paparnya.
Namun ia mengingatkan, tren kenaikan tersebut bakal terjadi bila bursa regional tetap terjaga positif, dan tren kenaikan harga minyak yang terus terjadi. Selain kondisi makro bursa Asia dan dunia, penguatan juga disebabkan kondisi internal Indonesia yang kondusif.
IHSG ditutup di level 2.829,996 pada perdagangan akhir pekan lalu. Pada perdagangan intra day, IHSG sempat menyentuh level 2.834,241 menembus level penutupan tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia yang terjadi pada 9 Januari 2008 di level 2.830,263.
Selama dua tahun, rekor tersebut belum terkalahkan hingga akhirnya berhasil ditembus pada perdagangan akhir pekan lalu.
"Hari ini memang tren naik. Data laporan keuangan perusahan-perusahaan juga sama dengan ekspektasi, bahkan ada yang diluar ekspektasi positif," ujarnya.
Indeks bersiap dikatrol kembali mulai awal pekan depan. Faktor pendorong lainnya adalah data manufaktur di Inggris yang dirilis, ternyata mencatat hasil positif. Imbasnya, bursa saham Eropa juga akan meraih prestasi.
"Data manufaktur terjadi diatas ekspektasi. Bursa Eropa akan mencatat positif. Dengan manufaktur yang naik, maka harga minyak akan ikut naik. Harga minyak juga terus naik sampai hari ini US$ 84,31per barel," jelasnya.
Secara kumulatif, kenaikan IHSG sejak penutupan 25 Februari 2010 hingga 1 April 2010 mencapai 280,963 poin (11,02%) ke level 2.829,996 dari penutupan 25 Februari 2010 di level 2.549,033.
Jumlah saham yang diperdagangkan selama perdagangan selama periode yang sama (23 hari perdagangan) mencapai 243.980.150 lot atau 121,990 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi Rp 119,035 triliun.
Sedangkan khusus, periode 1 - 31 Maret 2010 (tidak termasuk perdagangan 1 April 2010), total volume saham yang diperdagangkan mencapai 228.435.723 lot atau sebanyak 114,217 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 105,010 triliun.
Perdagangan Maret 2010 terdiri atas 22 hari perdagangan. Dengan demikian, volume transaksi rata-rata selama Maret 2010 mencapai 5,191 miliar lembar saham, naik 29,09% dari rata-rata volume saham yang diperdagangkan pada periode Februari 2010 sebanyak 4,021 miliar lembar saham.
Nilai rata-rata transaksi harian pada periode yang sama mencapai Rp 4,773 triliun, naik 42,69% dari periode Februari 2010 sebesar Rp 3,345 triliun.
|