
| IHSG menanti pengumuman BI rate |
| Friday, 04 February 2011 09:18 |
|
Jumat, 04/02/2011 07:47 WIB Rekomendasi Saham IHSG Menanti Pengumuman BI Rate Nurul Qomariyah - detikFinance <a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a3db6179' border='0' alt='' /></a>
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan pada Rabu lalu ditutup menguat beriringan dengan kenaikan bursa-bursa regional. Investor sepertinya tidak terlalu menghiraukan tingginya inflasi Januari akibat kenaikan harga pangan.Investor sepertinya juga tidak terlalu terpengaruh kondisi di Mesir yang masih bergejolak. Pada perdagangan, Rabu (2/2/2011), IHSG menguat 38,325 poin (1,11%) ke level 3.480,826. Sementara Indeks LQ 45 naik 7,433 poin (1,22%) ke level 612,564. "Pengaruh negatif kerusuhan di Mesir tampaknya tidak terlalu berimbas signifikan terhadap IHSG meskipun kerusuhan tersebut memicu kenaikan harga minyak yang sempat menembus US$ 100/barel," ujar Reza Priyambada Managing Research Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities. Dalam kondisi sepinya transaksi setelah libur Imlek, IHSG diprediksi hanya akan bergerak terbatas saja. Investor memilih konsolidasi di tengah pergerakan bursa-bursa utama dunia yang juga flat. IHSG pada perdagangan Jumat (4/2/2011) ini diprediksi akan fluktuatif cenderung menguat tipis. "Penguatan IHSG bisa saja sesaat karena memanfaatkan momentum rilis data inflasi dan positifnya bursa global namun, investor tetap waspada bila sinyal profit taking mulai masuk. Pasar menantikan rilis BI rate dan laporan keuangan beberapa emiten. Bila BI rate tidak naik, BI perlu memberikan solusi lain mengatasi inflasi sehingga kepercayaan pasar tidak surut," urai Reza. Tadi malam bursa Wall Street ditutup menguat tipis berkat kenaikan saham-saham peritel menyusul keluarnya data penjualan jaringan pertokoan yang sangat memuaskan. Pada perdagangan Kamis (3/2/2011), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 20,29 poin (0,17%) ke level 12.062,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,07 poin (0,24%) ke level 1.307,10 dan Nasdaq menguat 4,32 poin (0,16%) ke level 2.753,88. Sejumlah bursa Asia hari ini masih libur memperingati Imlek seperti China, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan. Berikut rekomendasi saham untuk hari ini: eTrading Securities: Pada hari ini IHSG ditutup naik 38.32 point (+1.11%) di level 3,480, mengikuti penguatan bursa regional. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp194 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah sektor semen, metal-mining, & telecommunication. Pada hari ini perdagangan banyak didominasi oleh asing, terlihat dari total nilai transaksi asing sebesar Rp 2.8 triliun dari total nilai transaksi perdagangan sebesar Rp 4.3 triliun. Volume transaksi pada perdagangan hari ini juga tidak terlalu besar sebanyak 5 juta kali dengan frekuensi 105 ribu. Untuk perdagangan hari jumat, diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 3,425-3,546 dengan saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. PTBA, ADRO, dan UNTR. Indosurya Securities: Pada perdagangan Jumat (4/2) diperkirakanIHSG akan berada pada support 3.424-3.453 dan resistance 3.499-3.519.IHSG dimungkinkan akan melanjutkan penguatannya.Bila ini terjadi maka telah terbentuk Three White Soldier yang umumnya mengindikasikan kekuatan daya beli masih menginginkan kenaikan. Tetapi, investor juga perlu mencermati berita yang menghampiri bursa saham. Penguatan yang terjadi kemarin tidak didukung oleh kenaikan volume perdagangan sehingga penguatan tersebut bersifat rentan terkena koreksi. MACD masih bergera kflat dengan histogrampostif yang baru muncul sedikit. RSI, William's %R, dan Stochasticmasih tertahan dan ragu menuju area overbought. Penguatan IHSG bisa saja sesaat karena memanfaatkan momentum rilis data inflasi dan positifnya bursa global namun, investor tetap waspada bila sinyal profit taking mulai masuk. Pasar menantikan rilis BI rate dan laporan keuangan beberapa emiten. Bila BI rate tidak naik, BI perlu memberikan solusi lain mengatasi inflasi sehingga kepercayaan pasar tidak surut. |
|
(Wednesday) 16-Mei-2012 / 09:00 WIB
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )* |
|||
| Flag |
Currency
|
We BUY
|
We SELL
|
| USD | 9315 | 9335 | |
| AUD | 9220 | 9250 | |
| SGD | 7370 | 7400 | |
| HKD | 1205 | 1210 | |
| CNY | 1465 | 1475 | |
| EUR | 11.850 | 11.950 | |
| NTD | 315 | 320 | |
| THB | 298 | 301 | |
| JPY | 115,5 | 116,5 | |
|
(Wednesday) 16-Mei-2012 / 09:00 WIB
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )* |
|||
| Flag |
Currency
|
We BUY
|
We SELL
|
| GBP | 14.700 | 14.900 | |
| CAD | 9240 | 9270 | |
| CHF | 9940 | 9970 | |
| SAR | 2400 | 2500 | |
| NZD | 7230 | 7260 | |
| MYR | 3015 | 3035 | |
| PHP | 200 | 215 | |
| SEK | 1389 | 1438 | |
| DKK | 1883 | 1955 | |