|
Jumat, 11/06/2010 07:25 WIB Rekomendasi Saham IHSG Siap Melaju Kencang Nurul Qomariyah - detikFinance

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah tipis di tengah bursa-bursa regional yang sudah rebound. Investor terlihat masih sangat berhati-hati dalam suasana pasar finansial global yang masih diliputi ketidakpastian.
Pada perdagangan Kamis (10/6/2010), IHSG ditutup turun 15,006 poin (0,53%) ke level 2.770,787. Indeks LQ 45 juga turun 4,449 poin (0,82%) ke level 534,169.
Namun kini IHSG siap berpacu lagi. IHSG pada perdagangan Jumat (11/6/2010) diprediksi bergerak menguat tajam berkat sentimen positif penguatan bursa-bursa regional. Investor akan memanfaatkan momentum penguatan ini untuk memburu lagi saham-saham unggulan yang sudah murah.
Bursa Wall Street kemarin ditutup menguat sekaligus mencatat hari terbaiknya setelah 9 hari terpuruk. Pada perdagangan Kamis (10/6/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tajam hingga 273,28 poin (2,76%) ke level 10.172,53. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 31,15 poin (2,95%) ke level 1.086,84 dan Nasdaq menguat 59,86 poin (2,77%) ke level 2.218,71.
Bursa Jepang juga dibuka langsung menguat. Indeks Nikkei-225 membuka perdagangan Jumat dengan kenaikan 158,67 poin (1,66%) ke level 9.701,32.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
Pergerakan IHSG terlihat masih sangat fluktuatif pada jangka pendek. Tingginya volatilitas mengindikasikan ketidakpastian yang terjadi di pasar. Investor masih menunggu perkembangan dari perekonomian global. Tekanan jual diperkirakan masih akan melanda saham bluechip. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.740-2.795.
eTrading Securities:
Pada hari kamis IHSG ditutup melemah 15 point, pada hari ini market akan melihat data dari jobless claim US dan International trade, IHSG secara jangka pendek membentuk bullish divergence pada RSI dan dari stochastic terlihat bahwa akan melakukan golden cross, sehingga IHSG berpotensi untuk menguat, IHSG berada dalam kisaran 2750 – 2820 dengan saham2 yang dapat dicermati INDF, DILD dan BSDE.
Samuel Sekuritas:
IHSG melemah akibat sektor keuangan dan infrastruktur, yang bobotnya besar bagi penurunan indeks, terkena sentimen negatif jangka pendek dari diturunkannya target IDR 3 bulan dari 8800 menjadi 9000 per dolar AS oleh Goldman Sachs. Kemungkinan sektor ini masih akan mengalami tekanan jangka pendek. Sementara sektor industri barang konsumsi dan justru menguat akibat kuatnya daya beli masyarakat. Indeks diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 2710-2800.
Erdikha Sekuritas:
IHSG ditutup melemah 15,01 point menjadi 2770.79 (-0.54%). Turunnya sebagian besar saham-saham dari sektor keuangan dan Grub Astra menjadi pemicu pelemahan indeks, namun pelemahan indeks tidak terlalu dalam disebabkan karena penguatan saham-saham konsumsi dan property. Secara teknikal pergerakan indeks terlihat masih flat, dengan support kuat berada di level 2750. Pergerakan indeks kami perkirakan berkisar antara 2720-2810. Saham rekomendasi kami adalah INDF, WIKA, dan BSDE.
OSK Nusadana Securities Indonesia:
IHSG hari ini diperkirakan naik, dengan perkiraan resistance terdekat di R1 (2,808.34) dan support terdekat antara S2 dan S1 atau sekitar level 2,764.99.
Daily risk saat ini sekitar level 35.43 %, sehingga jikapun terjadi koreksi diperkirakan akan cenderung tertahan di S2 (2,756.32). Dari indikator W%R Optimized kemungkinan akan terjadinya bottom reversal, mengingat kecenderungan untuk mencapai support trendline makin terbatas.
Dan jika hari ini IHSG mampu bertahan di atas level Q (2,791.00) maka terbuka peluang untuk ke level R4 (2,860.36) dalam minggu depan.
BNI:
Bursa Indonesia diprediksi menutup perdagangan pekan ini dengan penguatan terbatas, setelah selama empat hari bergerak melemah sebesar 52 point atau 1.85% dibanding penutupan jumat lalu. Penguatan bursa hari ini dipicu oleh munculnya sentimen positif atas laporan dari China, Jepang dan dalam negeri.
Seperti diberitakan pada 9 Juni 2010, Pemerintah China mengumumkan bahwa nilai ekspor negaranya pada bulan Mei melonjak 48,5% dibandingkan tahun sebelumnya dan pada saat yang bersamaan Pemerintah Jepang juga mengumumkan bahwa ekonomi negaranya tumbuh 5% dalam tiga bulan pertama 2010.
Realisasi ekspor China dan pertumbuhan ekonomi Jepang tersebut berada di atas ekspektasi pasar, Sehingga menumbuhkan kepercayaan investor bahwa ekonomi asia akan mampu meredam dampak dari krisis hutang Eropa ke wilayah asia. Sentimen tersebut pada akhirnya mendorong bursa china dan Jepang yang merupakan bursa acuan regional asia, menguat signifikan pada hari tersebut.
Sedangkan di dalam negeri, sentimen positif berasal dari laporan tahunan IMF mengenai outlook perekonomian Indonesia yang menyebutkan bahwa IMF optimis pertumbuhan Indonesia terakselerasi 6% pada tahun 2010. Kepercayaan IMF tersebut tentunya akan meyakinkan para investor bahwa krisis hutang Eropa tidak akan mempengaruhi perekonomian Indonesia secara signifikan di tahun 2010.
Sentimen positif dari regional dan dalam negeri tersebut dipercaya mampu meredam sentimen dari krisis utang Eropa yang selama minggu ini menghantui bursa Indonesia, sehingga mendorong penguatan bursa Indonesia pada khususnya.
|