EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.510
13.530
au AUD 10.280 10.310
sg SGD 10.020 10.040
hk HKD 1.729 1.739
cn CNY 2.039 2.049
eu EUR 15.980 16.010
tw NTD 461
466
th THB 413 416
jp JPY 121.1 122.1
(Thursday) 23 November 2017 
16:45 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.010 18.060
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.765 13.815
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.355 9.405
my MYR 3.270
3.290
ph PHP 266 276
kr KRW 12.2 12.4
bnd BND 10.010 10.030

 

 

Dolar AS Nyaris Rp 14.500, BI: Tak Perlu Panik

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 17/09/2015 19:32 WIB
Dolar AS Nyaris Rp 14.500, BI: Tak Perlu Panik

Jakarta -Detik-detik menjelang pengumuman soal suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), yaitu The Federal Reserve (The Fed), rupiah terus tertekan. Dolar AS makin menguat hingga nyaris menyentuh level Rp 14.500.

Apa tanggapan BI?

"Tidak perlu panik, tapi kita tetap waspada, BI akan selalu jaga di pasar, volatilitas jangan sampai drastis. Year to date (sejak Januari 2015) volatilitas di 7-8%, akan dijaga sekecil mungkin," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, saat jumpa pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai perhitungan jika ternyata suku bunga The Fed jadi dinaikkan. Hari ini BI mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, yakni BI Rate, tetap di 7,5%. Keputusan ini dinilai Tirta cukup untuk menahan arus dana tak ke luar.

"Kami sudah antisipasi kalau sampai dengan Fed naikkan suku bunganya. Ekspektasi kita poinnya nggak akan tinggi, jadi kami tetapkan BI rate di 7,5%," katanya.

Sebagai otoritas moneter, Tirta mengatakan, pihaknya akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melakukan operasi moneter dan valas.

Hingga akhir Agustus 2015, jumlah cadangan devisa Indonesia tercatat US$ 105,3 miliar. Jumlah ini turun US$ 2,3 miliar, dibandingkan posisi akhir Juli 2015 sebesar US$ 107,6 miliar.

Penurunan cadangan devisa disebabkan oleh peningkatkan kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta penggunaan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

"BI selalu ada di pasar untuk stabilkan rupiah," katanya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00