EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.860
13.910
au AUD 10.675 10.705
sg SGD 10.465 10.485
hk HKD 1.776 1.786
cn CNY 2.172 2.182
eu EUR 16.460 16.490
tw NTD 465
470
th THB 438 441
jp JPY 128 129
(Friday) 08 Juni 2018 
09:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.745
18.795
ca CAD 10.800 10.850
ch CHF 14.225 14.275
sa SAR 3.725
3.755
nz NZD
9.965 10.015
my MYR 3.515
3.525
ph PHP 262 272
kr KRW 13.1

13.3

bnd BND 10.450 10.470


 

Dolar AS Balik ke Rp 13.000-an, Ini yang Bikin Rupiah Kuat

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Senin, 12/10/2015 15:28 WIB
Dolar AS Balik ke Rp 13.000-an, Ini yang Bikin Rupiah Kuat

Jakarta -Nilai tukar rupiah menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan lalu. Bahkan dolar AS bisa keok hingga lebih dari 1.000 poin hingga turun ke kisaran Rp 13.000-an dalam sepekan.

Banyak faktor yang bikin rupiah menguat atau dolar AS melemah. Faktor-faktor ini datang dari luar dan dalam negeri.

Menurut Ekonom BCA, David Sumual, beberapa faktor yang bikin rupiah menguat mulai dari pinjaman luar negeri hingga paket kebijakan yang dirilis Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Iya, termasuk itu (pinjaman dari China). Selain itu memang banyak sentimen positif. Masih berpeluang untuk menguat lagi rupiah," katanya kepada detikFinance, Senin (12/10/2015).

Selain itu, ada aksi korporasi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menarik investor asing untuk masuk, contohnya adalah rencana penerbitan saham baru (rights issue) PT HM Sampoerna Tbk (HSMP).

Tiga paket kebijakan pemerintah yang dirilis tiap pekan juga disambut positif oleh pelaku pasar. Hal ini turut menyumbang sentimen positif kepada penguatan rupiah.

"Apalagi ada sentimen positif HM Sampoerna rights issue, paket kebijakan juga positif. Rupiah sudah dalam fundamentalnya, fundamental rupiah di Rp 13.400-13.900," katanya.

Sementara dari luar negeri, dolar AS melemah gara-gara bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akhirnya menahan suku bunga di posisi nyaris nol. Spekulasi akan naiknya suku bunga AS pun hampir sirna.

"Tapi ada yang harus diwaspadai, Wakil Gubernur The Fed sempet bilang ada kemungkinan AS naikan suku bunga tahun ini. Jadi ada kemungkinan dolar menguat lagi," ucapnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00