EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 15.185
15.210
au AUD 10.810 10.865
sg SGD 11.025 11.055
hk HKD 1.943 1.951
cn CNY 2.194 2.203
eu EUR 17.510 17.560
tw NTD 494 498
th THB 465 469
jp JPY 135.5 136.2
(Thursday) 18 October 2018
  17:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.905 20.045
ca CAD 11.585 11.725
ch CHF 15.210 15.350
sa SAR 4.020
4.050
nz NZD
10.000 10.140
my MYR 3.670
3.690
ph PHP 278 286
kr KRW 13,5

13,8

bnd BND 11.005 11.035


 

IHSG Merosot 12,81% Dalam Setahun

Maikel Jefriando - detikfinance

Rabu, 30/12/2015 20:00 WIB
 
IHSG Merosot 12,81% Dalam Setahun
Jakarta -Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2015, IHSG mengalami tren konsolidasi.

Kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) membuat investor asing mengalihkan sebagian dananya keluar dari instrumen portofolio di Indonesia yang ditandai dengan nilai jual bersih (net selling) dana investor asing di pasar modal domestik sebesar Rp 22,55 triliun. 

Dampak dari kondisi global tersebut, turut menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per 28 Desember 2015 ditutup di level 4.557,355 poin atau mengalami penurunan sebesar 12,81%, dibandingkan penutupan akhir Desember 2014 yang berada di level 5.226,947 poin.

Demikian disampaikan Direktur Utama BEI Tito Sulistio dalam paparannya usai penutupan perdagangan bursa saham 2015, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (30/12/2015).

Nilai kapitalisasi pasar saham pun ikut berubah turun 7,54% dari Rp 5.228 triliun pada akhir Desember 2014 menjadi Rp 4.834 triliun per 28 Desember 2015. 

Rata-rata nilai transaksi harian saham periode Januari hingga Desember 2015 adalah sebesar Rp 5,77 triliun, atau mengalami pelemahan sebesar 3,98% dibandingkan dengan periode yang sama di 2014, yaitu sebesar Rp 6,01 triliun. 

Meski demikian, rata-rata frekuensi transaksi harian saham periode Januari hingga Desember 2015 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2014, yaitu naik sebesar 4,38% menjadi 221.942 kali transaksi dari 212.635 kali transaksi. 

Rata-rata volume transaksi harian saham periode Januari hingga Desember 2015 juga meningkat 7,63% menjadi 5,90 miliar saham dibandingkan dengan periode yang sama di 2014 sebesar 5,48 miliar saham.

Tren konsolidasi IHSG sejalan dengan bursa-bursa lain seperti Indeks Dow Jones Industrial Average Amerika Serikat (-1,65%), Indeks All Ordinaries Australia (-2,46%), Indeks PSE Filipina (-3,42%), Indeks FTSE 100 Inggris (-4,74%), Indeks FTSE BM KLCI Malaysia (-5,14%), Indeks BSE Sensex 30 India (-5,33%), Indeks Hang Seng Hongkong (-7,14%), Indeks SET Thailand (-14,14%) dan Indeks Strait Times Singapura (-14,56%). 

Tercatat di tingkatan regional, hanya ada tiga Indeks yang berhasil tumbuh di sepanjang 2015, yakni Indeks Shanghai Composite Cina yang tumbuh 9,25%, Indeks Nikkei 225 Jepang yang berhasil tumbuh 8,15%, dan Indeks KOSPI Korea Selatan yang mampu meningkat 2,53%.

Meski demikian, secara jangka panjang, pertumbuhan IHSG dalam enam tahun terakhir (2009 hingga 28 Desember 2015) masih positif dengan membukukan pertumbuhan return akumulatif sebesar 79,82% atau tercatat berada di urutan kedua setelah Bursa Philipina.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00