EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.520
13.540
au AUD 10.250 10.280
sg SGD 9.995 10.015
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.030 2.040
eu EUR 15.905 15.935
tw NTD 460
465
th THB 413 416
jp JPY 120.4 121.4
(Wednesday) 22 November 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.940 17.990
ca CAD 10.650 10.700
ch CHF 13.665 13.715
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.350 9.400
my MYR 3.260
3.280
ph PHP 265 275
kr KRW 12.2 12.4
bnd BND 9.985 10.005

 

 

Menunggu Statement Yellen, Dolar AS Jatuh Terhadap Banyak Mata Uang di Dunia

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Rabu, 10/02/2016 19:59 WIB
 
Menunggu Statement Yellen, Dolar AS Jatuh Terhadap Banyak Mata Uang di Dunia
Jakarta -Pada perdagangan Rabu (10/2/2016), dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah terhadap banyak mata uang utama di dunia. Dolar AS merosot pada level terendahnya dalam 3,5 bulan terakhir.

Merosotnya dolar AS tersebut lantaran para investor masih menunggu langkah Gubernur Bank Sentral AS the Federal Reserve (the Fed) Janet Yellen dalam menentukan arah suku bunganya ke depan.

Dolar AS anjlok hingga lebih dari 3% selama dua minggu terakhir, akibat kekecewaan para investor atas ekspektasi perekonomian AS. Terlebih, investor juga khawatir terhadap gejolak harga minyak dunia yang terus merosot.

Di sisi lain, perlambatan ekonomi China juga memberikan sentimen negatif terhadap pasar keuangan dunia.

Kesehatan bank-bank di Eropa juga menjadi salah satu penyebabnya. Pasalnya, permintaan dolar AS berkurang. Dolar AS sebagai salah satu aset yang dinilai aman (safe haven) kini tergeser yen yang menguat tajam terhadap dolar AS.

Dolar AS tercatat anjlok hingga 5% dalam kurun waktu dihitung dari awal Desember tahun lalu, usai the Fed menaikkan tingkat suku bunganya.

Saat the Fed menaikkan suku bunganya, para investor bergegas untuk menyimpan dananya di aset dolar AS yang dinilai memiliki imbal hasil yang lebih tinggi.

Strategist Currency BNP Paribas Michael Sneyd mengatakan, Yellen melakukan kongres pada 13.30 GMT (waktu setempat), dan sepertinya tidak ada sinyal untuk menaikkan tingkat suku bunganya.

"Ia (Yellen) mengatakan ekonomi AS sudah semakin baik, tetapi mengakui bahwa keputusannya yang belum menaikkan suku bunga tahun ini baik, dan ini telah menyebabkan pengetatan kondisi moneter," kata dia seperti dlansir Reuters, Rabu (10/2/2016).

"Sepertinya kami akan tetap dalam rezim di mana dolar terus melemah terhadap euro dan yen," kata Michael mengutip perkataan Yellen.

Dalam 3,5 bulan, dolar AS jatuh terhadap euro ke US$ 1,13385 EUR. Dolar AS turun 0,3% terhadap yen ke 114,63 JPY, ditutup terendah dalam 15 bulan terakhir di 114,05 di hari sebelumnya.

Terhadap rupiah, dolar AS juga melemah. Berdasarkan data perdagangan reuters, dolar AS saat ini bertengger di posisi Rp 13.423, jauh lebih rendah dibandingkan pada pembukaan pagi tadi di Rp 13.581.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00