EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.510
13.530
au AUD 10.280 10.310
sg SGD 10.020 10.040
hk HKD 1.729 1.739
cn CNY 2.039 2.049
eu EUR 15.980 16.010
tw NTD 461
466
th THB 413 416
jp JPY 121.1 122.1
(Thursday) 23 November 2017 
16:45 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.010 18.060
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.765 13.815
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.355 9.405
my MYR 3.270
3.290
ph PHP 266 276
kr KRW 12.2 12.4
bnd BND 10.010 10.030

 

 

Rupiah Menguat 5% Tahun Ini, BI: Jangan Terlena

Maikel Jefriando - detikfinance
Senin, 28/03/2016 13:05 WIB
 
Rupiah Menguat 5% Tahun Ini, BI: Jangan TerlenaFoto: Alfathir Yulianda
Jakarta -Selama 2016, nilai tukar rupiah masih berada dalam tren menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Terhitung 14 Maret 2016, rupiah menguat sampai dengan 5,26% (year to date/ytd) seiring dengan derasnya aliran modal masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham.

Demikianlah diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hendar dalam acara seminar Penggunaan instrument derivatif dari lindung nilai atas resiko nilai tukar di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (28/3/2016).

"Nilai tukar kita relatif membaik, dengan terapresiasi sebesar 5,26% secara ytd," ujar Hendar.

Akan tetapi, bukan berarti kondisi ini tanpa risiko. Terutama terhadap perusahaan dengan utang luar negeri yang sangat besar. Diharapkan perusahaan mau melakukan lindung nilai terhadap mata uang atau hedging, agar tidak menjadi kerugian di kemudian hari. Baik terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta.

"Di tengah sentimen positif yang terus berlangsung di pasar keuangan, tentunya kita tidak boleh terlena," tegasnya.

Hendar mengingatkan ketika periode 2013, saat tiba-tiba rupiah melemah signifikan. Sehingga membuat banyak perusahaan yang mengalami kerugian akibat selisih kurs. PT PLN persero rugi Rp 29,56 triliun, Krakatau Steel Rp 777 miliar. Kemudian Garuda Indonesia dengan keuntungan turun menjadi Rp 6,84 miliar dari Rp 1,4 triliun pada 2012.

"Masih banyak tantangan besar yang perlu dicarikan solusi bersama-sama agar lindung nilai dapat berjalan dengan baik. Meski volume transaksi di pasar derivatif mulai meningkat, jumlah likuiditas valas domestik masih harus kita tingkatkan agar lebih liquid dan menghasilkan harga yang efisien," terangnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00