EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.650
13.670
au AUD 10.690 10.720
sg SGD 10.325 10.345
hk HKD 1.745 1.755
cn CNY 2.148 2.158
eu EUR 16.800 16.830
tw NTD 460
465
th THB 433 436
jp JPY 127.2 128.2
(Thursday) 22 februari 2018 
17:11 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.030
19.080
ca CAD 10.800 10.850
ch CHF 14.600 14.650
sa SAR 3.620
3.650
nz NZD
10.050 10.100
my MYR 3.480
3.500
ph PHP 263 273
kr KRW 12.5 12.7
bnd BND 10.310 10.330

 

 

Agus Marto Bicara Soal Dolar AS Rp 13.400

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 30/07/2015 20:56 WIB
Agus Marto Bicara Soal Dolar AS Rp 13.400

Palembang -Dolar Amerika Serikat (AS) masih terus menekan nilai tukar rupiah. Posisi mata uang negeri Paman Sam tersebut terus mendekati level Rp 13.500.

Berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI), Kamis (30/7/2015), dolar AS berada di posisi Rp 13.468.

Gubernur BI Agus Martowardojo melihat, nilai tukar rupiah sama halnya dengan nilai tukar negara lain yang tak mampu membendung kuatnya dolar AS.

"Kalau terjadi ada penguatan dolar AS ini sesuatu yang tidak bisa ditahan, ini karena AS membaik," katanya saat ditemui di Hotel Novotel, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/7/2015).

Meski demikian, Agus meyakini volatilitas rupiah masih dalam batas wajar. BI sebagai otoritas moneter akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Saya melihatnya adalah bahwa seperti nilai tukar ini karena kondisi AS membaik, jadi rupiah bisa ke Rp 13.400-Rp 13.450, yang mau kita yakinkan volatilitas tetap dalam range yang baik," terang dia.

Agus menjelaskan, hasil FOMC Meeting (rapat) bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) semalam menetapkan keputusan tetap mempertahankan suku bunga acuannya.

"Itu direspons pasar lebih tenang, volatilitas tetap ada, tapi BI akan menjaga dan nilai tukar rupiah saat ini mencerminkan fundamental," kata dia.

Lebih jauh Agus menjelaskan, isu soal bunga acuan AS (Fed Fund Rate) ini sudah bergulir cukup lama, namun belum ada kepastian hingga saat ini.

Prediksi para analis asing memperkirakan, bunga acuan akan dinaikkan antara September hingga Desember 2015. Pada saatnya nanti, Agus mengatakan, para investor sudah bisa mengantisipasi dampak dari kebijakan bank sentral AS tersebut.

"Dampaknya diharapkan sudah di price-in, kondisi ini yang nyata bahwa AS dan Eropa ada perbaikan. BI akan tetap menjaga supaya tidak terjadi volatilitas tidak sehat. Luar negeri ini masih terus bergejolak tapi secara umum kita percaya diri," jelas Agus.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00