EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.305
13.325
au AUD 10.605 10.635
sg SGD 9.875 9.895
hk HKD 1.703 1.713
cn CNY 2.013 2.023
eu EUR 15.895 15.925
tw NTD 455
460
th THB 403 406
jp JPY 118.5 119.5
(Monday) 25 September 2017 
17:10 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.030 18.080
ca CAD 10.850 10.900
ch CHF 13.740 13.790
sa SAR 3.530
3.560
nz NZD
9.760 9.810
my MYR 3.165
3.185
ph PHP 259 269
kr KRW 11.8 12
bnd BND 9.865 9.885

Dolar Terlalu Kuat Bisa Picu Krisis

Wahyu Daniel - detikfinance
Jumat, 31/07/2015 06:34 WIB
Dolar Terlalu Kuat Bisa Picu Krisis

Jakarta -Nilai dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap mata uang sejumlah negara. Ini bisa menjadi peringatan pertama bagi potensi munculnya krisis mata uang di negara berkembang.

Mata uang Brasil, real, pada Senin awal pekan ini menyentuh level terendahnya dalam 12 tahun terhadap dolar AS. Mata uang di negara-negara Asia Tenggara juga tengah terjungkal ke titik terparahnya sejak krisis moneter di 1998 lalu. Kondisi ini juga dialami oleh rupiah.

Kemudian, mata uang di Meksiko dan Afrika Selatan juga menyentuh level terendahnya terhadap dolar. Demikian data Capital Economics, yang dilansir dari CNN, Jumat (31/7/2015).

Bila dilihat dari sejarahnya, penguatan dolar AS yang terlalu tinggi pernah memicu krisis ekonomi sejumlah negara. Di 1980-an, penguatan dolar AS menimbulkan krisis utang di Amerika Latin. Lalu 15 tahun kemudian, penguatan dolar AS menimbulkan krisis moneter di Asia Tenggara.

Krisis mata uang bisa menjadi hantaman untuk ekonomi dunia, termasuk AS. Dunia saat ini sudah lebih terintegrasi perekonomiannya dibandingkan dengan kondisi di 1980 dan 1990 lalu.

Tak hanya dolar, kejatuhan pasar saham China juga bisa menjadi awal masalah bagi negara berkembang.

"Kondisi di China menjadi tekanan dari dimensi baru, yang bisa menimbulkan guncangan kepada negara berkembang," demikian disampaikan Andrew Karolyi, Profesor dari Cornell's Johnson Graduate School of Management.

Ada 3 masalah yang saat ini datang bersamaan dan berpotensi menciptakan krisis. Pertama penguatan dolar, kenaikan bunga acuan oleh bank sentral AS (The Fed), dan turunnya harga komoditas yang selama ini menjadi mesin ekonomi negara berkembang.

Saat ini investor di negara berkembang ketakutan dengan rencana The Fed. Namun penguatan dolar AS juga patut diwaspadai.

Pada Maret 2015 lalu, dolar AS menyentuh titik tertingginya dalam 40 tahun terakhir. Saat ini dolar AS terus naik.

Negara yang saat ini tengah goyah antara lain adalah Brasil yang saat ini ekonominya sedang resesi, China yang ekonominya melambat, dan Yunani yang turun derajat dari negara maju menjadi negara berkembang.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00