EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.860
13.910
au AUD 10.675 10.705
sg SGD 10.465 10.485
hk HKD 1.776 1.786
cn CNY 2.172 2.182
eu EUR 16.460 16.490
tw NTD 465
470
th THB 438 441
jp JPY 128 129
(Friday) 08 Juni 2018 
09:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.745
18.795
ca CAD 10.800 10.850
ch CHF 14.225 14.275
sa SAR 3.725
3.755
nz NZD
9.965 10.015
my MYR 3.515
3.525
ph PHP 262 272
kr KRW 13.1

13.3

bnd BND 10.450 10.470


 

Dolar AS Tembus Rp 13.500, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

Muhammad Idris - detikfinance
Senin, 03/08/2015 15:22 WIB
Dolar AS Tembus Rp 13.500, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

Jakarta -Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) masih perkasa terhadap rupiah. Hari ini mata uang Paman Sam sempat menyentuh level Rp 13.500.

Head Analis Forex Monex Investiondo Ariston Tjendra mengatakan, belum ada tanda-tanda rupiah membaik hingga beberapa minggu ke depan. Bahkan, jika kondisi ekonomi belum membaik, ditambah situasi ketidakpastian isu ekonomi dari AS, rupiah masih sulit terkoreksi positif.

“Selama kondisi ekonomi secara fundamental belum ada perbaikan, dan diperparah dengan kenaikan suku bunga di AS, ini (pelemahan rupiah) masih mungkin terjadi,” kata Ariston pada detikFinance, Senin (3/8/2015).

Selain rencana penetapan bunga acuan The Fed dan memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri, sambung Ariston, pelemahan rupiah juga imbas ketidakpastian angka pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2015.

“Kuartal I kan sudah ditetapkan sebesar 4,7%. Saat ini pelaku pasar juga sedang menanti-nanti angka pasti pengumuman pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2015. Ini juga berefek pada pelemahan rupiah, karena estimasi pelaku pasar rata-rata masih pesimis dan penuh gonjang-ganjing,” jelas Ariston.

Ariston mengungkapkan, jika pemerintah tak segera mengambil langkah konkrit perbaikan ekonomi secara fundamental, kepastian kenaikan suku bunga AS dalam beberapa bulan mendatang bisa membuat rupiah lebih anjlok dari nilai sekarang.

“Paling konkrit saat ini adalah infrastruktur. Tekanan ekonomi sekarang sudah sangat tinggi, dan mendorong peningkatan infrastruktur merupakan solusi sekarang paling mendesak dilakukan,” katanya.

“Infrastruktur kan banyak dorong sektor lain dan hasilnya yang paling terlihat cepat di antara yang lain. Rupiah turun kan karena dolar di dalam (negeri) sedikit, kebijakan kenaikan bunga untuk menarik dolar ke dalam juga kurang baik, karena di sisi lain konsumsi jadi berkurang. Kalau infrastruktur didorong, kuartal II harapannya 2015 (pertumbuhan ekonomi) 5% ke atas bisa terealisasi, otomatis rupiah sedikit terbantu,” tambah Ariston.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00