EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.260
13.280
au AUD 10.640 10.670
sg SGD 9.865 9.885
hk HKD 1.699 1.709
cn CNY 2.013 2.023
eu EUR 15.950 15.980
tw NTD 453
458
th THB 401 404
jp JPY 118.8 119.8
(Wednesday) 20 September 2017 
15:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.015 18.065
ca CAD 10.820 10.870
ch CHF 13.830 13.880
sa SAR 3.520
3.550
nz NZD
9.720 9.770
my MYR 3.145
3.165
ph PHP 259 269
kr KRW 11.8 12
bnd BND 9.855 9.875

Ini Faktor yang Bikin Dolar AS Makin Perkasa

Angga Aliya - detikfinance
Kamis, 06/08/2015 08:11 WIB
Ini Faktor yang Bikin Dolar AS Makin Perkasa

Jakarta -Keperkasaan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) seolah tak terbendung. Ada banyak faktor yang menyebabkan penguatan mata uang Paman Sam.

Menurut Sub Manager Group of Economy Risk and Financial System Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Dienda Siti Rufaedah, mata uang di negara maju masih bisa bertahan terhadap penguatan dolar AS.

Berbeda dengan kinerja mata uang negara maju, mayoritas mata uang negara berkembang masih menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS, termasuk juga rupiah.

"Rubel menjadi mata uang yang menunjukkan performa terburuk di bulan Juni 2015 dengan melemah sebesar 5,59% dan ditutup pada level 55,27 per dolar AS," katanya dalam Laporan Perekonomian dan Perbankan LPS bulan Juli, Kamis (6/8/2015).

Tekanan terhadap mata uang rubel didorong oleh anjloknya pasar saham di China menyusul jatuhnya harga minyak. China adalah salah satu konsumen komoditas terbesar dunia sehingga memicu kecemasan melemahnya permintaan global.

Namun bank sentral Rusia menyatakan akan secara aktif melakukan intervensi di pasar, untuk menyokong rubel dari penurunan harga minyak serta guncangan eksternal lainnya.

Di akhir 2015, mata uang rubel diproyeksikan mampu menguat sebesar 6,55% ke level 56,76 per dolar AS.

Sementara meningkatnya permintaan valas untuk pembayaran utang dan dividen di triwulan II-2015 memberikan tekanan terhadap mata uang rupiah.

"Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI rate di level 7,5% dinilai mampu menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah," ujarnya.

Rupiah tercatat mengalami pelemahan terbatas sebesar 0,87% ke level Rp 13.339 per dolar AS di akhir Juli. Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih menunjukkan perlambatan berpotensi kembali menekan kinerja rupiah.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00