EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.520
13.540
au AUD 10.250 10.280
sg SGD 9.995 10.015
hk HKD 1.730 1.740
cn CNY 2.030 2.040
eu EUR 15.905 15.935
tw NTD 460
465
th THB 413 416
jp JPY 120.4 121.4
(Wednesday) 22 November 2017 
17:15 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 17.940 17.990
ca CAD 10.650 10.700
ch CHF 13.665 13.715
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.350 9.400
my MYR 3.260
3.280
ph PHP 265 275
kr KRW 12.2 12.4
bnd BND 9.985 10.005

 

 

Dolar AS Tembus Rp 13.500, BI: Kami Sudah Turun ke Pasar

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 06/08/2015 16:25 WIB
Dolar AS Tembus Rp 13.500, BI: Kami Sudah Turun ke Pasar
Jakarta -Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat hingga di kisaran Rp 13.530. Kondisi tersebut diperburuk dengan kondisi perekonomian Indonesia yang melambat. Di kuartal II-2015, pertumbuhan ekonomi hanya 4,67% atau lebih rendah dari kuartal I-2015 sebesar 4,71%.

Apa yang dilakukan Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter merespons pelemahan rupiah ini?

"Kita sudah turun ke pasar," kata Direktur Kebijakan Makroprudensial BI Yati Kurniati dalam Infobank Outlook Midyear 2015, Gairah Baru Bisnis Otomotif dan Properti Nasional, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Yati menjelaskan, pihaknya selaku otoritas moneter sudah melakukan berbagai langkah dan kebijakan dengan menggelontorkan cadangan devisa untuk bisa menekan volatilitas rupiah.

"BI sudah melakukan intervensi dan kebijakan intervensi untuk menjaga volatilitasnya, kita tidak mau menggarami air laut jadi kita melihat apa yang menjadi penyebab nilai tukar, kapan kita masuk, kapan kita melepas cadangan devisa kita," jelas dia.

Yati menyebutkan, perlambatan perekonomian saat ini terjadi tidak hanya di dalam negeri namun juga secara global. Untuk itu, pihaknya melakukan kebijakan-kebijakan untuk tetap memberikan optimisme di pasar keuangan.

"Kebijakan kami untuk menumbuhkan optimisme. Tugas kami menjaga supaya perlambatan tidak berlangsung terus dan berupaya optimis. Kalau semua pesimis, jadi terbawa makin terperosok," katanya.

Tantangan perekonomian global, kata dia, tentu menekan perekonomian Indonesia. Negara-negara tujuan ekspor Indonesia seperti China juga tengah melambat, hal ini berdampak pada nilai ekspor Indonesia.

"Negara-negara yang melambat negara-negara partner dagang utama yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekspor, harga komoditas turun, di mana ekspor kita tergantung komoditas, permasalahan semakin kompleks," katanya.

Meski begitu, Yati meyakini, perekonomian Indonesia ke depan akan bisa pulih dengan dorongan pemerintah melalui percepatan proyek-proyek infrastruktur.

"Ekonomi Indonesia dalam jangka pendek akan membaik, jangka menengah akan meningkat dengan didukung oleh reformasi struktural," imbuhnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00