EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.650
13.670
au AUD 10.690 10.720
sg SGD 10.325 10.345
hk HKD 1.745 1.755
cn CNY 2.148 2.158
eu EUR 16.800 16.830
tw NTD 460
465
th THB 433 436
jp JPY 127.2 128.2
(Thursday) 22 februari 2018 
17:11 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.030
19.080
ca CAD 10.800 10.850
ch CHF 14.600 14.650
sa SAR 3.620
3.650
nz NZD
10.050 10.100
my MYR 3.480
3.500
ph PHP 263 273
kr KRW 12.5 12.7
bnd BND 10.310 10.330

 

 

Ringgit Alami Pelemahan Terburuk di Asia

Jumat, 7 Agustus 2015 | 07:31 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Ringgit mencatatkan pelemahan terbesar di kawasan regional pada transaksi perdagangan Kamis (6/8/2015). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 12.13 waktu Kuala Lumpur, ringgit melemah 0,3 persen menjadi 3,8905 per dollar AS.

Bahkan pada transaksi sebelumnya, mata uang Negeri Jiran ini sempat menyentuh posisi 3,8948 atau melemah 0,5 persen ke level terendah sejak September 1998. Pada waktu itu, nilai tukar ringgit berada di posisi 3,9340.

Pelemahan ringgit terjadi seiring melorotnya cadangan devisa mata uang asing Malaysia ke posisi terendah sejak 2008 akibat pengetatan kredit global. Tak ayal, pemerintah Malaysia kekurangan amunisi untuk mempertahankan performa mata uang mereka. Saat ini, ringgit merupakan mata uang dengan performa terburuk di kawasan regional.

"Pasar kemungkinan mulai cemas karena cadangan devisa diprediksi akan turun ke bawah level psikologis 100 miliar dollar AS. Hal ini menandakan Bank Negara akan sulit melakukan intervensi untuk mencegah volatilitas mata uang ringgit belakangan ini," jelas Nizam Idris, Head of Foreign-Exchange and Fixed Income Strategy Macquarie Bank Ltd.

Berdasarkan data yang dirilis bank sentral Malaysia pada 23 Juli lalu, cadangan devisa sebesar 100,5 miliar dollar AS cukup untuk membiayai 7,9 bulan impor dan 1,1 kali utang eksternal jangka pendek.

Sementara itu, investor global sudah melepas kepemilikannya atas saham Malaysia dengan nilai bersih mencapai 11,7 miliar ringgit atau 3 miliar dollar AS di sepanjang tahun ini hingga Juli. Dana asing yang keluar ini merupakan outflow terbesar sejak 2008.

Meski demikian, pasar saham Malaysia dinilai cukup tahan banting. Meski dana asing yang keluar cukup besar, namun, di sepanjang tahun ini, FTSE Bursa Malaysia KLCI Index hanya tergerus 2,9 persen. Sebagai perbandingan, penurunan pasar saham Taiwan dan Indonesia pada periode yang sama masing-masing sebesar 9,6 persen dan 7,3 persen. (Barratut Taqiyyah)

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00