EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.600
14.630
au AUD 10.660 10.690
sg SGD 10.625 10.645
hk HKD 1.858 1.868
cn CNY 2.115 2.125
eu EUR 16.660 16.690
tw NTD 470
475
th THB 440 445
jp JPY 131,5 132,5
(Thursday) 16 August 2018 
17:25 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.650 18.700
ca CAD 11.185 11.235
ch CHF 14.730 14.780
sa SAR 3.920
3.950
nz NZD
9.700 9.750
my MYR 3.570
3.590
ph PHP 275 285
kr KRW 12.8

13

bnd BND 10.600 10.620


 

Ringgit Alami Pelemahan Terburuk di Asia

Jumat, 7 Agustus 2015 | 07:31 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Ringgit mencatatkan pelemahan terbesar di kawasan regional pada transaksi perdagangan Kamis (6/8/2015). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 12.13 waktu Kuala Lumpur, ringgit melemah 0,3 persen menjadi 3,8905 per dollar AS.

Bahkan pada transaksi sebelumnya, mata uang Negeri Jiran ini sempat menyentuh posisi 3,8948 atau melemah 0,5 persen ke level terendah sejak September 1998. Pada waktu itu, nilai tukar ringgit berada di posisi 3,9340.

Pelemahan ringgit terjadi seiring melorotnya cadangan devisa mata uang asing Malaysia ke posisi terendah sejak 2008 akibat pengetatan kredit global. Tak ayal, pemerintah Malaysia kekurangan amunisi untuk mempertahankan performa mata uang mereka. Saat ini, ringgit merupakan mata uang dengan performa terburuk di kawasan regional.

"Pasar kemungkinan mulai cemas karena cadangan devisa diprediksi akan turun ke bawah level psikologis 100 miliar dollar AS. Hal ini menandakan Bank Negara akan sulit melakukan intervensi untuk mencegah volatilitas mata uang ringgit belakangan ini," jelas Nizam Idris, Head of Foreign-Exchange and Fixed Income Strategy Macquarie Bank Ltd.

Berdasarkan data yang dirilis bank sentral Malaysia pada 23 Juli lalu, cadangan devisa sebesar 100,5 miliar dollar AS cukup untuk membiayai 7,9 bulan impor dan 1,1 kali utang eksternal jangka pendek.

Sementara itu, investor global sudah melepas kepemilikannya atas saham Malaysia dengan nilai bersih mencapai 11,7 miliar ringgit atau 3 miliar dollar AS di sepanjang tahun ini hingga Juli. Dana asing yang keluar ini merupakan outflow terbesar sejak 2008.

Meski demikian, pasar saham Malaysia dinilai cukup tahan banting. Meski dana asing yang keluar cukup besar, namun, di sepanjang tahun ini, FTSE Bursa Malaysia KLCI Index hanya tergerus 2,9 persen. Sebagai perbandingan, penurunan pasar saham Taiwan dan Indonesia pada periode yang sama masing-masing sebesar 9,6 persen dan 7,3 persen. (Barratut Taqiyyah)

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00