EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.860
13.910
au AUD 10.675 10.705
sg SGD 10.465 10.485
hk HKD 1.776 1.786
cn CNY 2.172 2.182
eu EUR 16.460 16.490
tw NTD 465
470
th THB 438 441
jp JPY 128 129
(Friday) 08 Juni 2018 
09:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.745
18.795
ca CAD 10.800 10.850
ch CHF 14.225 14.275
sa SAR 3.725
3.755
nz NZD
9.965 10.015
my MYR 3.515
3.525
ph PHP 262 272
kr KRW 13.1

13.3

bnd BND 10.450 10.470


 

China Bikin Geger Dunia, AS Takut Dolar Makin Kuat

Maikel Jefriando - detikfinance
Rabu, 12/08/2015 15:48 WIB
China Bikin Geger Dunia, AS Takut Dolar Makin Kuat

Jakarta -Langkah China yang sengaja melemahkan nilai mata uang yuan membuat Amerika Serikat (AS) ketakutan. Rencana bank sentral AS, The Fed untuk menaikkan bunga acuannya bakal mundur di tahun ini.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, bila bunga acuan AS naik, maka dolar AS akan makin kuat. Bila ini terjadi, maka barang produksi AS bakal tidak kompetitif dan kalah murah dibandingkan barang China.

"Justru devaluasi China malah bisa membuat The Fed jadi agak ragu-ragu, karena kan kalau dia menaikkan tingkat bunga, makin kuat lagi dia terhadap semua mata uang," tutur Bambang.

"Padahal dengan China mendevaluasi, kan berarti sekarang ini pun dolar makin kuat terhadap China dan yang lainnya. Karena begitu China devaluasi, yang lain ikut pasti, atau yang lain terimbas. Ujungnya kan dolar makin kuat, dolar makin kuat itu juga bisa membuat AS berpikir dua kali," papar Bambang di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Pelemahan yuan yang terjadi ini menambah ketidakpastian di pasar keuangan global. Indonesia harus terus menjaga kestabilan ekonomi di dalam negeri. Jangan sampai, guncangan dari China membuat dana asing keluar.

Bambang tidak bisa menyalahkan langkah yang dilakukan oleh China. Karena langkah itu dilakukan dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang melemah dan ekspor yag melambat. China menganggap yuan sudah terlalu kuat, dan membuat nilai barang yang diproduksinya tidak bisa bersaing dengan kondisi ekonomi dunia saat ini.

"Devaluasi China ini kenapa dampaknya besar, mungkin karena semua orang kaget. Tidak menyangka ada gerakan seperti ini," ujar Bambang.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00