EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.655
13.675
au AUD 10.710 10.740
sg SGD 10.345 10.365
hk HKD 1.744 1.754
cn CNY 2.149 2.159
eu EUR 16.845 16.875
tw NTD 460
465
th THB 433 436
jp JPY 127.6 128.6
(Friday) 23 februari 2018 
17:10 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.090
19.140
ca CAD 10.790 10.840
ch CHF 14.700 14.750
sa SAR 3.620
3.650
nz NZD
10.040 10.090
my MYR 3.490
3.510
ph PHP 265 275
kr KRW 12.5 12.7
bnd BND 10.335 10.355

 

 

Dolar AS Sudah Rp 13.850, BI: Kami Mati-matian Jaga Rupiah

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Selasa, 18/08/2015 17:46 WIB
Dolar AS Sudah Rp 13.850, BI: Kami Mati-matian Jaga Rupiah

Jakarta -Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tak berdaya mendekati level Rp 13.900.

Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (18/8/2015), dolar AS sempat menanjak hingga ke titik tertingginya hari ini di Rp 13.851. Apa reaksi Bank Indoensia (BI)?

"BI tidak hanya khawatir tapi mati-matian jaga stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Dia menjelaskan, BI melakukan berbagai antisipasi agar nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tetap stabil, salah satunya dengan tetap menahan suku bunga acuannya di level 7,5%.

"Kita terus ada di pasar dan melakukan antisipasi, pembelian SUN, SBI, komitmen untuk jaga stabilitas. Hari ini kita putuskan untuk tetap mempertahankan BI rate, menjaga dan memperkuat stabilisasi nilai tukar," jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Hendar menambahkan, posisi rupiah saat ini dinilainya sudah undervalue. Dengan seluruh instrumen yang dimilikinya, BI akan terus melakukan intervensi agar rupiah tidak terus tertekan.

"Kami memandang pergerakan rupiah sekarang sudah undervalue, BI dengan seluruh instrumen yang dimiliki, kita akan terus ada di market sehingga jangka panjang keseimbangan dapat kita jaga," terang dia.

Hendar menyebutkan, pihaknya tidak hanya akan melakukan berbagai kebijakan yang diperlukan baik dari makroprudensial maupun sistem keuangan agar nilai tukar rupiah bergerak wajar.

"Kami memahami pelemahan ini. BI akan selalu analisa-analisa khususnya stabilitas sistem keuangan, kita akan tetap terjaga dan mengambil langkah-langkah, kita bukan hanya khawatir tapi melakukan kajian-kajian, baik stabilitas makroprudensial maupun sistem keuangan," kata Hendar.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00