EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.260
13.280
au AUD 10.640 10.670
sg SGD 9.865 9.885
hk HKD 1.699 1.709
cn CNY 2.013 2.023
eu EUR 15.950 15.980
tw NTD 453
458
th THB 401 404
jp JPY 118.8 119.8
(Wednesday) 20 September 2017 
15:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.015 18.065
ca CAD 10.820 10.870
ch CHF 13.830 13.880
sa SAR 3.520
3.550
nz NZD
9.720 9.770
my MYR 3.145
3.165
ph PHP 259 269
kr KRW 11.8 12
bnd BND 9.855 9.875

Ekonomi Lesu dan Kebanyakan Impor, Mata Uang Negara Ini Jeblok 700%

Wahyu Daniel - detikfinance
Kamis, 20/08/2015 06:28 WIB
Ekonomi Lesu dan Kebanyakan Impor, Mata Uang Negara Ini Jeblok 700%

Jakarta -Ekonomi negara Amerika Latin, yaitu Venezuela tengah goyah, bahkan untuk mendapatkan kebutuhan dasar saja sulit. Nilai mata uang Venezuela, bolivar, terus anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Turunnya harga minyak, makin memperparah kondisi ekonomi negara produsen minyak ini. Di awal tahun, bahkan pemerintah dari Trinidad dan Tobago menawarkan penukaran minyak Venezuela dengan tisu toilet yang langka di negara tersebut.

Membeli gula, susu, dan terigu juga tidak mudah karena harganya mahal. Kondisi ini disebabkan, karena 70% barang kebutuhan masyarakat didapat dari impor.

Dilansir dari CNN, Kamis (20/8/2015), mayoritas warga Venezuela menukar dolar dengan bolivar menggunakan acuan nilai tukar yang tidak resmi. Ini membuat nilai dolar naik 700% dalam setahun terakhir. Satu dolar pada Agustus tahun lalu nilainya 82 bolivar, sekarang sudah 676 bolivar, menurut situs dolartoday.com.

Penderitaan ekonomi Venezuela disebabkan oleh lonjakan inflasi yang ekstrem, lalu anjloknya harga minyak.

Tahun lalu, inflasi di Venezuela melonjak 68%, dan sejumlah ekonom memprediksi inflasi akan mencapai triple digit di tahun ini. Kondisi tersebut membuat pemerintah bakal makin sulit mengimpor makanan

Presiden Venezuela, nicolas Maduro disebut tidak membantu. Dia melanjutkan program kesejahteraan yang dilakukan oleh presiden sebelumnya, Hugo Chavez.

Anjloknya harga minyak, yang jadi pemasukan utama negara ini, membuat Maduro didorong untuk menemui negara anggota OPEC dan meminta bantuan uang tunai.

Maduro memenjarakan politikus yang tidak setuju dengan kebijakannya. Lalu Maduro juga menciptakan system mata uang dengan 3 nilai tukar acuan. Dia juga menyalahkan pihak luar, seperti pemerintah AS, terkait lesunya perekonomian negara.

Namun Maduro membuat satu kebijakan baru yang disukai warganya, yaitu diperbolehkan membeli dolar. Meski nilainya dibatasi hanya US$ 300 per hari. Dari jumlah ini, US$ 200 boleh dipegang secara tunai, namun US$ 100 harus ditaruh di rekening bank.

Situasi ekonomi Venezuela yang berat ini, membuat banyak pihak meragukan negara ini bisa membayar utang jatuh tempo US$ 5 miliar di Oktober. Venezuela terancam berstatus gagal bayar utang.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00