EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.860
13.910
au AUD 10.675 10.705
sg SGD 10.465 10.485
hk HKD 1.776 1.786
cn CNY 2.172 2.182
eu EUR 16.460 16.490
tw NTD 465
470
th THB 438 441
jp JPY 128 129
(Friday) 08 Juni 2018 
09:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.745
18.795
ca CAD 10.800 10.850
ch CHF 14.225 14.275
sa SAR 3.725
3.755
nz NZD
9.965 10.015
my MYR 3.515
3.525
ph PHP 262 272
kr KRW 13.1

13.3

bnd BND 10.450 10.470


 

China dan Vietnam Lemahkan Mata Uang, Sofjan Wanandi: Ini Sudah Serius

Maikel Jefriando - detikfinance
Kamis, 20/08/2015 19:38 WIB
China dan Vietnam Lemahkan Mata Uang, Sofjan Wanandi: Ini Sudah Serius
Jakarta -Kondisi perekonomian global semakin mengkhawatirkan setelah beberapa negara berlomba-lomba melemahkan mata uangnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). China dan Vietnam adalah dua negara yang baru-baru ini sengaja lemahkan mata uangnya.

Sofjan Wanandi, Staf Ahli Wakil Presiden, menuturkan kondisi sekarang berada di luar perkiraan. Pemerintah memang tengah sangat berhati-hati dan memilih tidak ikut terlibat dalam perang mata uang ini.

"Itu sangat very unpredictable, dan memang ini adalah serius. Kita juga mesti hati-hati. Kita harus waspadai, jangan menghantam kita punya ekonomi, karena ikut terlibat," jelasnya di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (20/8/2015)

Menurut Sofjan, rupiah harus bergerak sesuai dengan fundamentalnya. Sekarang dolar Amerika Serikat (AS) sudah menembus Rp 13.900‎. Rupiah sudah masuk ke level undervalue.

"Kita nggak mau telibat ke sana, menjaga efeknya nggak terlalu besar. Tapi memang ada efek, cuma diminimalisir saja.‎ Tambah lebih lemah lagi rupiah kita, lebih jauh, khawatir juga kan," jelasnya.

Sofjan menilai persoalan baru berdampak terhadap tataran pasar keuangan. Sementara sektor rill masih cukup aman untuk saat sekarang.

"Ini kan cuma efeknya baru pada tataran pasar keuangan. Karena permainan spekulan mata uang saja, supaya mereka untung itu," tegas Sofjan.

Arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah jelas bahwa sekarang fokus untuk pembenahan ekonomi dari dalam.‎ Salah satunya menggenjot investasi dari pemerintah dan swasta serta menjaga konsumsi masyarakat. Agar ekonomi tetap bisa tumbuh.

"Presiden, wapres ingin yang dalam negeri cepat kejar. Sehingga tak terlibat dalam hal-hal ini. Pembangunan kita harus dikejar cepat," pungkasnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00