EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.510
13.530
au AUD 10.280 10.310
sg SGD 10.020 10.040
hk HKD 1.729 1.739
cn CNY 2.039 2.049
eu EUR 15.980 16.010
tw NTD 461
466
th THB 413 416
jp JPY 121.1 122.1
(Thursday) 23 November 2017 
16:45 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.010 18.060
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.765 13.815
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.355 9.405
my MYR 3.270
3.290
ph PHP 266 276
kr KRW 12.2 12.4
bnd BND 10.010 10.030

 

 

China dan Vietnam Lemahkan Mata Uang, Sofjan Wanandi: Ini Sudah Serius

Maikel Jefriando - detikfinance
Kamis, 20/08/2015 19:38 WIB
China dan Vietnam Lemahkan Mata Uang, Sofjan Wanandi: Ini Sudah Serius
Jakarta -Kondisi perekonomian global semakin mengkhawatirkan setelah beberapa negara berlomba-lomba melemahkan mata uangnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). China dan Vietnam adalah dua negara yang baru-baru ini sengaja lemahkan mata uangnya.

Sofjan Wanandi, Staf Ahli Wakil Presiden, menuturkan kondisi sekarang berada di luar perkiraan. Pemerintah memang tengah sangat berhati-hati dan memilih tidak ikut terlibat dalam perang mata uang ini.

"Itu sangat very unpredictable, dan memang ini adalah serius. Kita juga mesti hati-hati. Kita harus waspadai, jangan menghantam kita punya ekonomi, karena ikut terlibat," jelasnya di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (20/8/2015)

Menurut Sofjan, rupiah harus bergerak sesuai dengan fundamentalnya. Sekarang dolar Amerika Serikat (AS) sudah menembus Rp 13.900‎. Rupiah sudah masuk ke level undervalue.

"Kita nggak mau telibat ke sana, menjaga efeknya nggak terlalu besar. Tapi memang ada efek, cuma diminimalisir saja.‎ Tambah lebih lemah lagi rupiah kita, lebih jauh, khawatir juga kan," jelasnya.

Sofjan menilai persoalan baru berdampak terhadap tataran pasar keuangan. Sementara sektor rill masih cukup aman untuk saat sekarang.

"Ini kan cuma efeknya baru pada tataran pasar keuangan. Karena permainan spekulan mata uang saja, supaya mereka untung itu," tegas Sofjan.

Arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah jelas bahwa sekarang fokus untuk pembenahan ekonomi dari dalam.‎ Salah satunya menggenjot investasi dari pemerintah dan swasta serta menjaga konsumsi masyarakat. Agar ekonomi tetap bisa tumbuh.

"Presiden, wapres ingin yang dalam negeri cepat kejar. Sehingga tak terlibat dalam hal-hal ini. Pembangunan kita harus dikejar cepat," pungkasnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00