EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.860
13.910
au AUD 10.675 10.705
sg SGD 10.465 10.485
hk HKD 1.776 1.786
cn CNY 2.172 2.182
eu EUR 16.460 16.490
tw NTD 465
470
th THB 438 441
jp JPY 128 129
(Friday) 08 Juni 2018 
09:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.745
18.795
ca CAD 10.800 10.850
ch CHF 14.225 14.275
sa SAR 3.725
3.755
nz NZD
9.965 10.015
my MYR 3.515
3.525
ph PHP 262 272
kr KRW 13.1

13.3

bnd BND 10.450 10.470


 

Dolar Rp 14.000, Ini Pesan Pengusaha Untuk Pemerintah Jokowi dan BI

Zulfi Suhendra - detikfinance
Rabu, 26/08/2015 12:10 WIB
Dolar Rp 14.000, Ini Pesan Pengusaha Untuk Pemerintah Jokowi dan BI

Jakarta -Pengusaha meminta pemerintah cekatan menyelesaikan kondisi perlambatan ekonomi dan penguatan dolar AS yang saat ini ‎mencapai Rp 14.000.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, menilai di tengah situasi ekonomi yang bergejolak ini, pemerintah tak boleh menerapkan kebijakan ekonomi yang kontradiktif.

Hariyadi mencoba membandingkannya di negara-negara lain, seperti China, di saat ekonominya tengah melambat, pemerintahnya segera menerbitkan stimulus.

"Memang kalau di kita ini, cara berpikirnya agak kontrakdiktif. Misalnya kalau negara yang sedang mengalami situasi seperti ini mereka akan mengeluarkan stimulus. Kebijakan itu buat relaksasi. Menurut saya ya, kita nggak mencerminkan itu," kata Hariyadi kepada detikFinance, Rabu (26/8/2015).

Dia mencontohkan salah satunya adalah target pajak yang dinilai pengusaha sebagai target ambisius dan memberatkan.

"Target pajak naik 38%. Harus dilihat dulu, jangan menaruh target yang kita tidak bisa capai. Yang jadi sasaran ini sektor riil. Dalam situasi begini kami ditekan-tekan melulu," tambahnya.

Selain pemerintah, Hariyadi juga meminta Bank Indonesia (BI) tidak mengubah suku bunga acuannya yaitu BI Rate.

"Moneter itu sebaiknya BI jangan mengutak-atik BI Rate-nya. Kalau nanti dinaikkan, itu yang kena akan sektor riil kita. Kalau diturunkan dari 7,5% masyarakat akan berpikir, ada tendensi dolar itu akan menguat. Moneter menurut saya stabilisasinya tetap harus dikedepankan," katanya.

Selain itu, sebagai salah satu langkah strategis memperbaiki perlambatan ekonomi, pengusaha berharap pemerintah mengakselerasi belanja, terutama di sektor infrastruktur.

"Eksekusi belanja pemerintah, dana yang idle (menganggur) di BPD (Bank Pembangunan Daerah) bisa dipakai," katanya.

Kemudian, lanjut Hariyadi, industri substitusi impor harus segera dikembangkan dan diperbanyak agar saat dolar menguat, ekonomi dalam negeri tak terlalu berdampak seperti sekarang ini.

"Perbesar substitusi impor, semaksimal mungkin," tutupnya.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00