EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 14.600
14.630
au AUD 10.660 10.690
sg SGD 10.625 10.645
hk HKD 1.858 1.868
cn CNY 2.115 2.125
eu EUR 16.660 16.690
tw NTD 470
475
th THB 440 445
jp JPY 131,5 132,5
(Thursday) 16 August 2018 
17:25 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.650 18.700
ca CAD 11.185 11.235
ch CHF 14.730 14.780
sa SAR 3.920
3.950
nz NZD
9.700 9.750
my MYR 3.570
3.590
ph PHP 275 285
kr KRW 12.8

13

bnd BND 10.600 10.620


 

'Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar'

Maikel Jefriando - detikfinance
Kamis, 27/08/2015 11:37 WIB
Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar

Jakarta -Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat dan saat ini sudah menembus Rp 14.100. Pemerintah tidak mau penguatan dolar ini menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, situasi panik di pasar keuangan dunia memang masih berlanjut.‎ Maka dari itu, pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi), akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi terbaru yang rencananya keluar pekan depan.

"Pemerintah tidak ingin, karena persoalan ini berjalan terus kemudian rumah tangga mulai ikut-ikutan membeli dolar. Oleh karena itu pemerintah mulai fokus menjalankan ini," tegas Darmin, usai menghadiri rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (27/8/2015)

Beberapa waktu sebelumnya, Darmin mengaku telah menyiapkan beberapa hal. Salah‎ satunya dengan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback). Sehingga IHSG bisa bergerak positif.

"Tapi sebenarnya yang agak masih lambat perbaikannya itu kurs," ujarnya.

Paket kebijakan ekonomi yang dirancang pemerintah mencakup banyak hal. Dengan tujuan agar bisa memperlancar kegiatan ekonomi. Presiden Jokowi meminta agar kebijakan ini bisa keluar pada pekan depan.

"Kita akan jelaskan. Tunggu saja jangan didesak dulu," tegas Darmin.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00