EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 15.185
15.210
au AUD 10.810 10.865
sg SGD 11.025 11.055
hk HKD 1.943 1.951
cn CNY 2.194 2.203
eu EUR 17.510 17.560
tw NTD 494 498
th THB 465 469
jp JPY 135.5 136.2
(Thursday) 18 October 2018
  17:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 19.905 20.045
ca CAD 11.585 11.725
ch CHF 15.210 15.350
sa SAR 4.020
4.050
nz NZD
10.000 10.140
my MYR 3.670
3.690
ph PHP 278 286
kr KRW 13,5

13,8

bnd BND 11.005 11.035


 

'Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar'

Maikel Jefriando - detikfinance
Kamis, 27/08/2015 11:37 WIB
Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar

Jakarta -Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat dan saat ini sudah menembus Rp 14.100. Pemerintah tidak mau penguatan dolar ini menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, situasi panik di pasar keuangan dunia memang masih berlanjut.‎ Maka dari itu, pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi), akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi terbaru yang rencananya keluar pekan depan.

"Pemerintah tidak ingin, karena persoalan ini berjalan terus kemudian rumah tangga mulai ikut-ikutan membeli dolar. Oleh karena itu pemerintah mulai fokus menjalankan ini," tegas Darmin, usai menghadiri rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (27/8/2015)

Beberapa waktu sebelumnya, Darmin mengaku telah menyiapkan beberapa hal. Salah‎ satunya dengan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback). Sehingga IHSG bisa bergerak positif.

"Tapi sebenarnya yang agak masih lambat perbaikannya itu kurs," ujarnya.

Paket kebijakan ekonomi yang dirancang pemerintah mencakup banyak hal. Dengan tujuan agar bisa memperlancar kegiatan ekonomi. Presiden Jokowi meminta agar kebijakan ini bisa keluar pada pekan depan.

"Kita akan jelaskan. Tunggu saja jangan didesak dulu," tegas Darmin.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00