EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.510
13.530
au AUD 10.280 10.310
sg SGD 10.020 10.040
hk HKD 1.729 1.739
cn CNY 2.039 2.049
eu EUR 15.980 16.010
tw NTD 461
466
th THB 413 416
jp JPY 121.1 122.1
(Thursday) 23 November 2017 
16:45 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.010 18.060
ca CAD 10.660 10.710
ch CHF 13.765 13.815
sa SAR 3.590
3.620
nz NZD
9.355 9.405
my MYR 3.270
3.290
ph PHP 266 276
kr KRW 12.2 12.4
bnd BND 10.010 10.030

 

 

Dolar Rp 14.200 Bank Masih Aman, Kalau Rp 15.000 Bagaimana ?

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Selasa, 08/09/2015 12:29 WIB
Dolar Rp 14.200 Bank Masih Aman, Kalau Rp 15.000 Bagaimana?

Jakarta -Kondisi perbankan Indonesia saat ini masih aman, meski dolar AS sudah menyentuh Rp 14.200. Namun bila dolar menyentuh Rp 15.000, kondisi perekonomian dan kesehatan perbankan mulai berdampak.

Menurut Plt Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan mengatakan, pihaknya selaku lembaga yang akan menangani bank gagal, melakukan uji ketahanan (stress test) terkait ketahanan bank menghadapi kondisi nilai tukar dan tekanan ekonomi.

"Kalau kita bicara kasarnya ya, bank yang masih hidup itu kan di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jadi selama OJK belum melimpahkan bank gagal ke kita, kita masih anggap keadaan aman. Banking stability index LPS pun menunjukkan bahwa keadaan masih relatif aman," jelas Fauzi dalam peluncuran tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) di SMA 68, Salemba, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Sejauh ini belum ada sinyal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melimpahkan bank gagal kepada LPS, kecuali Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Fauzi mengatakan, tiap triwulan hampir pasti ada BPR gagal yang asetnya di bawah Rp 20 miliar.

Lantas bagaimana bila kondisi dolar mencapai Rp 15.000?

"Tentunya kalau rupiah tembus Rp 15.000 per dolar AS, akan berdampak terhadap ekonomi dan tentunya berdampak terhadap NPL (rasio kredit bermasalah) perbankan dan kesehatan bank. Tapi kalau kita lihat tingkat kecukupan modal bank di level 20% masih tinggi ya. Sedangkan kalau kita lihat gross NPL bank di 2,6% masih rendah," papar Fauzi.

Bila NPL bank naik ke tingkat 3% atau 4%, Fauzi mengatakan modal perbankan dalam negeri masih bisa menyerap kerugian yang terjadi.

Fauzi mengatakan, tingkat kesehatan perbankan Indonesia saat ini masih jauh lebih baik ketimbang krisis di 2008 lalu. NPL perbankan saat ini 2,6% sedangkan di 2008 lalu 3,5%. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) rata-rata perbankan saat ini masih sekitar 20%, atau di atas CAR perbankan di 2008 lalu sebesar 17%

"Untuk sementara ini (dolar) di level Rp 14.200 keadaan perbankan masih relatif aman, sesuai indeks stabilitas perbankan LPS," jelas fauzi.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00