EXCHANGE RATE 1
Flag Currency
We BUY We SELL
us USD 13.860
13.910
au AUD 10.675 10.705
sg SGD 10.465 10.485
hk HKD 1.776 1.786
cn CNY 2.172 2.182
eu EUR 16.460 16.490
tw NTD 465
470
th THB 438 441
jp JPY 128 129
(Friday) 08 Juni 2018 
09:00 wib
*( Kurs setiap waktu bisa berubah )*
currency exchange4
EXCHANGE RATE 2
Flag Currency
We BUY We SELL
gb GBP 18.745
18.795
ca CAD 10.800 10.850
ch CHF 14.225 14.275
sa SAR 3.725
3.755
nz NZD
9.965 10.015
my MYR 3.515
3.525
ph PHP 262 272
kr KRW 13.1

13.3

bnd BND 10.450 10.470


 

Dolar Rp 14.200 Bank Masih Aman, Kalau Rp 15.000 Bagaimana ?

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Selasa, 08/09/2015 12:29 WIB
Dolar Rp 14.200 Bank Masih Aman, Kalau Rp 15.000 Bagaimana?

Jakarta -Kondisi perbankan Indonesia saat ini masih aman, meski dolar AS sudah menyentuh Rp 14.200. Namun bila dolar menyentuh Rp 15.000, kondisi perekonomian dan kesehatan perbankan mulai berdampak.

Menurut Plt Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan mengatakan, pihaknya selaku lembaga yang akan menangani bank gagal, melakukan uji ketahanan (stress test) terkait ketahanan bank menghadapi kondisi nilai tukar dan tekanan ekonomi.

"Kalau kita bicara kasarnya ya, bank yang masih hidup itu kan di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jadi selama OJK belum melimpahkan bank gagal ke kita, kita masih anggap keadaan aman. Banking stability index LPS pun menunjukkan bahwa keadaan masih relatif aman," jelas Fauzi dalam peluncuran tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) di SMA 68, Salemba, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Sejauh ini belum ada sinyal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melimpahkan bank gagal kepada LPS, kecuali Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Fauzi mengatakan, tiap triwulan hampir pasti ada BPR gagal yang asetnya di bawah Rp 20 miliar.

Lantas bagaimana bila kondisi dolar mencapai Rp 15.000?

"Tentunya kalau rupiah tembus Rp 15.000 per dolar AS, akan berdampak terhadap ekonomi dan tentunya berdampak terhadap NPL (rasio kredit bermasalah) perbankan dan kesehatan bank. Tapi kalau kita lihat tingkat kecukupan modal bank di level 20% masih tinggi ya. Sedangkan kalau kita lihat gross NPL bank di 2,6% masih rendah," papar Fauzi.

Bila NPL bank naik ke tingkat 3% atau 4%, Fauzi mengatakan modal perbankan dalam negeri masih bisa menyerap kerugian yang terjadi.

Fauzi mengatakan, tingkat kesehatan perbankan Indonesia saat ini masih jauh lebih baik ketimbang krisis di 2008 lalu. NPL perbankan saat ini 2,6% sedangkan di 2008 lalu 3,5%. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) rata-rata perbankan saat ini masih sekitar 20%, atau di atas CAR perbankan di 2008 lalu sebesar 17%

"Untuk sementara ini (dolar) di level Rp 14.200 keadaan perbankan masih relatif aman, sesuai indeks stabilitas perbankan LPS," jelas fauzi.

Opening Time   
Day Monday to Friday
Office Hour 08:00 - 17:00